THIS YEAR WHERE WE ONLY HANDLE SMALL ORDER SINCE STOCK IS LIMITED

Monday, March 10, 2008

BERKEBUN ORGANIK DI PEKARANGAN RUMAH

LinkShare_234x60
”Apakah bisa berkebun organik di pekarangan rumah?” demikian pertanyaan yang penulis peroleh ketika menerima telepon dari salah satu pembaca setia Blog belum lama ini. Kenapa tidak? Semoga beberapa cuplikan artikel berikut dapat bermanfaat bagi kita semua dan menjadi inspirasi:

http://www.situshijau.co.id
Selain sehat, ternyata bercocok tanam sistim organik tidak begitu susah yang kita bayangkan. Aneka tanaman buah atau sayuran seperti sawi, bayam, tomat, kangkung, cabai bisa ditanam di halaman. Caranya dengan memanfaatkan pekarangan atau lahan sisa di sudut rumah, kantor, sekolah atau pada tanah-tanah yang tidak terpakai. Bisa juga dengan menanam di dekat bantaran sungai, taman, kompleks pemakaman atau persimpangan-persimpangan jalan yang masih kosong. Sedangkan untuk tempat huidupnya tidak harus ditanam di atas tanah terbuka. Menurut saran Eje, pot-pot yang digunakan tidak harus dengan cara membeli atau baru. Tapi bisa ditanam diatas bahan-bahan yang tidak dipakai seperti ember bekas, tong, kaleng atau botol plastik. Hal tersebut selain murah biayanya, juga dapat menanggulangi masalah sampah. "Untuk kondisi rumah yang mempunyai pekarangan sempit sangat cocok bila memakai sistem pertanian bertingkat," ungkap Eje. Vertikultur begitu istilah cara menanam pohon dengan bersusun tersebut cocok sekali diterapkan di perkotaan yang padat penduduk. Penempatannya tidak memakan lahan. Keuntungan lainnya adalah pohon yang ditanam lebih banyak karena bersusun ke atas. Bahan-bahannya pun mudah diperoleh, seperti dari bambu, kayu, paralon, seng bekas atau talang air. Bisa ditaruh atau dibuat menurut selera. Sumber: Pembaruan

http://www.seputar-indonesia.com
Sementara itu, pengamat pertanian Ir Syafullah MP mengatakan, pertanian organik merupakan pertanian yang dalam proses produksinya tidak menggunakan media dan bahan kimia berbahaya. Pertanian semacam ini sangat cocok diterapkan di daerah perkotaan. Karena tidak membutuhkan tempat yang luas dan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. “Pertanian organik masih sangat jarang di Kota Palembang, tapi di Pulau Jawa dan luar negeri telah dibudidayakan dengan baik dan memperoleh keuntungan,”terangnya saat dihubungi SINDO. Syafullah menerangkan, cukup dengan pekarangan berukuran 20 m2, warga sudah dapat menanam berbagai tanaman sayuran.Jadi,sangat banyak manfaatnya jika pertanian organik dikembangkan dengan baik.(edy parmansyah)

Lain lagi yang dilakukan oleh isteri tercinta penulis, walaupun sudah tersedia lahan di perkebunan dan peternakan Villa Domba, namun dikarenakan hobinya pada tanaman hias maka ruang teras sempit di lantai 2 rumah pun tidak luput untuk dijadikan tempat budidaya tanaman hias. Setiap 2 minggu sekali maka penulis bertugas membawakan urine domba dari peternakan sedangkan pupuk organik dibelinya dari kios kebun bunga langganannya. Mari jadikan bumi ini hijau dan lestari! Salam Peternak & Petani Organik!

1 comment:

Mommy's Madness said...

Pagi, mau tanya, klo di jakarta kita bs menanam sayur dan bumbu dapur apa saja ya?
Oia, jual vanilla bean eceran ga? Brp harga dan ongkosnya?
Thanks