THIS YEAR WHERE WE ONLY HANDLE SMALL ORDER SINCE STOCK IS LIMITED

Wednesday, April 30, 2008

TERNAK DOMBA : APA HANYA DAGING?

LinkShare_234x60
Semoga cuplikan artikel berikut dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk mulai berternak domba, kemudian kenapa tidak untuk juga mensinergikannya dengan bidang pertanian dan perkebunan, ORGANIK.

SAYURAN ORGANIK
Sumber. http://jateng.litbang.deptan.go.id


Kegiatan dilaksanakan pada 2005 di Desa Canggal, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada kelompok tani Kerso Maju yang beranggota 24 petani. Metode yang digunakan adalah model partisipasif. Pola tanam komponen sayuran yang diintroduksikan dan diuji di lahan petani adalah pola tanam A, monokultur (kentang) – polikultur (bawang merah/kubis), dan pola tanam B, polikultur (cabai/kubis) – polikultur (tomat/kubis). Hasil pola tanam kentang (12,3 t/ha); bawang merah ((1,1 t/ha), kubis tumpang sari dengan bawang merah (11,2 t/ha), cabai 3,8 t/ha), kubis tumpang sari dengan cabai 7,9 t/ha, tomat 14,2 t/ha, dan kubis tumpang sari tomat 5,2 t/ha. Pola tanam polikultur – polikultur lebih menguntungkan dibandingkan dengan monokultur – polikultur. Komoditas tomat dan cabai dapat mengganti komoditas tembakau dengan nilai R/C berturut – turut 1,74; 1,79; dan 2,30.

Inovasi teknologi yang diintroduksikan pada komponen ternak adalah sistem perkandangan, pemilihan jenis ternak. pemilihan ternak induk dan penjatan, perkawinan, pemberian pakan, kesehatan, pembuatan kompos, dan penanaman tanaman hijauan pakan. Populasi domba selama setahun dari 12 ekor pejantan dan 48 ekor betina bertambah menjadi 27 pejantan dan 70 betina. Pertambahan bobot badan anak domba jantan (11 kg) lebih tinggi daripada betina (9,5 kg) hingga umur lima bulan.

Untuk penyediaan pakan yang berkualitas diintroduksikan rumput unggul yang menghasilkan tambahan daya dukung ternak sebesar 106 ekor domba. Penerapan pola tanam polikultur-polikultur yang diintegrasikan dengan usahatani domba menghasilkan pendapatan bersih Rp. 21. 854. 096,-

BISNIS LIMBAH HEWAN TERNAK
Sumber. http://mansyurrizal.wordpress.com

Limbah atau kotoran hewan saat ini sudah menjadi lahan bisnis yang lumayan menguntungkan, mulai dari kotoran sapi, kambing, dan hewan-hewan lainnya. Sebagai contoh di sejumlah tempat di Jabodetabek hampir semua penjual kembang atau tanaman hias menjual kotoran hewan yang sudah kering, satu kantong berukuran sedang harganya Rp.5000,-
Kalau anda tinggal di pedesaan atau di wilayah yang masih banyak warganya yang memelihara ternak, bisnis ini dapat menjadi pertimbangan asal mau dan tidak malu-malu. Anda dapat mengumpulkan limbah ternak dari rumah-ke rumah pemilik ternak untuk kemudian di keringkan, karena kotoran sapi atau kambing yang akan di perdagangkan harus dalam keadaan kering. Pembeli dari limbah hewan kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat perkotaan terutama mereka yang memiliki hobby memelihara tanaman hias.
Jika anda tertarik dengan bisnis ini, anda bisa mengamati dan mencari informasi tentang bahan baku yang ada di sekitar anda, kalaupun harus mencari ke sejumlah tempat tentu tidak membutuhkan biaya besar. Untuk memasarkannya juga kita memerlukan informasi terlebih dahulu, carilah informasi ke pedagang mana saja yang dapat menerima limbah hewan hasil kemasan anda, untuk pertama kali mungkin anda cukup melakukan penawaran dengan cara titip jual ke pedagang, atau anda mungkin saja bisa mendapatkan pembeli atau pengguna langsung sehingga modal anda tidak tertahan di pedagang.


Beruntung penulis di mana memiliki isteri yang sangat menggemari tanaman hias, sehingga seringkali penulis meminta agar dilakukan ujicoba pengaruh pemberian pupuk organik berbahan baku kotoran domba terhadap perkembangan koleksi tanaman hias yang ia miliki. Masih sebatas hobi dan belum menuju ke arah komersial serta dilakukan sebatas luas lahan rumah. “Nanti kalau sudah semakin bagus baru kita buatkan nursery khusus di kebun”, demikian impiannya.


Panen kotoran domba di peternakan Villa Domba sebagai bahan baku pupuk organik. Setelah diolah maka diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman utamanya Vanilla, kemudian ada juga tanaman keras dan tahunan seperti Pohon Jati dan Buah-Buahan. Kotoran domba diolah terlebih dahulu dengan menggunakan teknologi Bio TRIBA sebagai biodekomposer sampah pasar, rumah tangga, limbah peternakan dan pertanian.

JAKET KULIT DOMBA
Sumber. http://www.bisnisbali.com



Kuta (BisnisBali) -Bisnis jaket kulit hingga saat ini memiliki peluang pasar yang cukup baik. Pasalnya, makin banyak masyarakat yang menjadikan jaket sebagai penghangat atau pelindung tubuh, serta sebagai aksesori agar tampil lebih modis dan fashionable. Sebab, jaket kulit cocok untuk iklim negara kita. ‘’Kami menyediakan 2 jenis jaket kulit yakni, jaket kulit sapi dan kulit domba. Selama ini jaket kulit domba cenderung diminati konsumen, dibandingkan jaket kulit sapi. Sebab, jaket kulit domba lebih lentur. Sementara, jaket kulit sapi agak keras,’’ ujar Kurniawan, salah seorang penyedia jaket kulit, di kawasan Kuta, Kamis (28/2) kemarin.

Terbukti, jaket kulit domba rata-rata laku 4-5 pcs per hari, sedangkan jaket kulit sapi hanya laku 1-2 pcs saja per hari. Lanjut dia, modal utama untuk sukses di bisnis ini adalah desain. Mengingat desain merupakan kreativitas seni yang cukup digandrungi anak muda saat ini. ‘’Kami berusaha menciptakan desain-desain jaket yang digandrungi pasar dan unik, selain kualitas optimal tentunya agar menempati posisi yang baik di mata konsumen. Ini penting, sebab kami ingin membangun brand sendiri,’’ ungkapnya.

Selain memenuhi permintaan konsumen lokal dan nasional, produknya juga sudah merambah ke pasar internasional, seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan Jepang. Hambatan yang dihadapinya saat ini adalah teknologi pengolahan, untuk percepatan proses produksi dan lemahnya pengendalian kualitas terhadap komoditi barang yang dihasilkan sehingga dapat mempengaruhi kinerja citra komoditi yang sudah terbentuk. ‘’Jika hambatan ini tidak diatasi, perajin kulit akan kalah bersaing,’’ jelasnya. Kata dia, hal yang menjadi perhatian untuk membina hubungan dengan konsumen adalah mutu, baik mutu kulit maupun mutu pengerjaan jaketnya. Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh, kata dia, tentu akan merusak hasil yang diharapkan. Pengetahuan cara mendesain memang harus dikuasai, terbukti pihaknya yang hampir selama 10 tahun bergelut di bisnis ini hingga kini tetap belajar untuk mendalami proses desain yang lebih baik serta menambah pengalaman yang terbaru. Disinggung mengenai harga jaket kulit di tempatnya bervariasi, tergantung jenis, motif, warna dan ukuran. Harganya mulai Rp 550.000/pcs.

Hal senada diungkapkan Faisal, salah seorang penyedia jaket kulit lainnya. ‘’Jaket kulit domba cenderung diminati pasar saat ini. Selain lebih lentur, juga dari segi harga cukup bersaing dengan jaket kulit sapi,’’ ujarnya. Faktor pendukung terwujudnya industri jaket kulit ini di antaranya adalah, ketersediaan bahan baku. Mengingat, bahan baku jaket ini didatangkan langsung dari Garut, Bandung. Selain itu letak geografis usahanya yang terletak di Kuta sebagai pusat perdagangan internasional, memungkinkan untuk terus serius meningkatkan produksi jaket kulit karena mudah dipasarkan. *aya

Sebuah Email masuk diterima oleh penulis dari Ibu. Lilis selaku pemilik http://www.jaket-kulit.com , berikut cuplikan Emailnya:

“Kang Agus, nyambung pembicaraan tempo lalu, alhamdulillah jaket-kulit.com ayeuna punya penjahit sendiri n punya stok kulit nyalira jadi aya sedikit kemajuan so ayeuna terbuka sistem reseller, pami masih berminat masalah pemasaran, Ibu. Lilis Shohifa, Telp. 022 9161 5856, Email. produkjk@gmail.com, Sareng hiji deui, pami di Villadomba jual kulit domba teu?”.

TERNAK DOMBA : APA HANYA DAGING?


PROGRAM PEMBEKALAN& PELATIHAN TERNAK
KHUSUS LEVEL CALON PELAKSANA/ PETUGAS LAPANGAN

(TERBATAS HANYA UNTUK 5 PESERTA TIAP PENYELENGGARAAN)

Rutinitas Harian
1.Pemberian Pakan Ternak
2.Pengamatan Siklus Birahi
3.Perkawinan Domba
4.Penanganan Kelahiran
5.Administrasi Harian Ternak

Kebersihan Ternak
1.Pencukuran Bulu Domba
2.Pemandian Ternak Domba
3.Penjemuran Ternak Domba
4.Pengguntingan Kuku
5.Perawatan Tanduk

Pakan Hijauan
1.Jenis-Jenis Rumput dan Dedaunan
2.Penyiapan Lahan untuk Penanaman Rumput
3.Pemeliharaan Lahan untuk Penanaman Rumput
4.Panen Produksi Rumput

Ransum Ternak& Konsentrat
1.Pengenalan Bahan Baku Pembuatan Ransum Ternak
2.Pembuatan Formulasi Pakan Ransum Ternak

Pupuk Organik
1.Pemanfaatan Kotoran Ternak sebagai bahan baku Pupuk Organik
2.Pemanfaatan Urine Ternak sebagai bahan baku Pupuk Cair
3.Aplikasi Pupuk Organik pada tanaman

Kandang Ternak
1.Pengenalan Jenis-Jenis Kandang
2.Kebersihan& Perawatan Kandang

Kesehatan Ternak
1.Pengetahuan Jenis-Jenis Penyakit Ternak
2.Pengenalan& Penggunaan Obat Ternak Tradisional
3.Pengenalan& Penggunaan Obat Ternak Medis

Evaluasi& Diskusi



Informasi Pendaftaran& Biaya maka Silahkan Hubungi:
Sdr. Chris, HP.0815.787.30437
Sdr. Riri, HP.0856.438.21499
Sdr. Alam, HP.0856.779.8001
Email. agusramadas@yahoo.co.id

No comments: