Wednesday, July 2, 2008

MANFAAT DAUN JATI

LinkShare_234x60
Menjadi pertanyaan dalam hati penulis manakala melihat paman yang sedang melakukan pendataan diameter pohon Jati di lokasi perkebunan dan peternakan Villa Domba, ”Apakah daun jati bisa dimanfaatkan sebagai kreasi seni?“ pikir penulis ketika mata tertuju kepada daun Jati Jumbo yang sudah mengering dan berserakan di lahan tumpang sari dengan tanaman Vanili. Sebuah hasil penelusuran menarik yang penulis peroleh dari beberapa web, semoga dapat memberikan manfaat:





http://cybertokoh.com/
Pohon pisang selama ini lebih banyak diambil buah dan daunnya. Pisang yang tak berbuah dua kali tersebut, setelah berbuah daunnya diambil, pohonnya lalu ditebang menjadi sampah. Di tangan orang yang memiliki kreativitas, pohon pisang yang sudah kering bisa menjadi kerajinan unik dan memiliki cita rasa seni tinggi. Pelepah pisang, daun hingga batangnya, oleh Mujiyanto dibuat kerajinan tempel. Hasil karyanya sudah menjadi langganan restoran dan hotel-hotel berbintang di Lombok, NTB, bahkan hingga Italia. Tidak itu saja, limbah daun lainnya seperti daun mahoni, daun jati, daun lamtoro, serabut kelapa bagian luar maupun dalam, daun pisang hingga ranting kayu bisa dijadikan karya seni. “Pokoknya daun-daunan yang selama ini dianggap limbah dan cenderung dibakar bisa diolah menjadi kerajinan,” ungkap Mujiyanto. Setelah menjadi kerajinan unik, limbah lebih berharga dari hasil buminya. Menggeluti kerajinan limbah alami ini, sebenarnya bisa mendatangkan keuntungan mengingat bahan bakunya yang gampang didapat.


http://adjienatural.indonetwork.co.id/682401/lampu-daun-jati.htm
Kap lampu terbuat dari daun jati sehingga cahaya temaram memiliki tekstur daun jati yang dipadulkan dengan dudukan lampu dari bebatuan alami. Harga Rp. 100.000,- per pcs. Masih banyak pastinya karya unik yang dapat dihasilkan dari Daun Jati. Seperti yang penulis peroleh dari web Indosiar.com.



http://www.indosiar.com/news/sapa/68878_kreasi-unik-daun-jati
Indosiar.com, Muara Enim - Pohon jati ternyata memiliki banyak kegunaan, selain batangnya sudah sangat terkenal sebagai kayu bernilai tinggi, daun pohon jati bisa dijadikan bahan pembuat souvenir yang tidak kalah nilainya dengan kayu jati. Di tangan yang seorang kreatif selembar daun pohon jati bisa bernilai puluhan ribu hingga ratusan rupiah. Kreasi souvenir dari daun pohon jati ini antara lain dikembangkan oleh Zamrotin, pemuda asal kota Muara Enim, Sumatera Selatan. Melalui tangan kreatif Zamrotin, daun jati yang selama ini hanya digunakan sebagai sarana pembungkus makanan, bisa menjadi kotak tissue, tempat pensil hingga jam dinding dan miniatur rumah. Daun jati yang digunakan untuk membuat souvenir unik ini adalah daun jati yang lebar dan tanpa lubang. Daun jati yang telah memenuhi persyaratan lalu di proses pengawetan dan pengerasan dan dipotong sesuai pola yang diinginkan. Usai proses pemotongan daun jati ditempelkan ke pola yang sudah dibentuk sebelumnya. Sedangkan untuk mempercantik tampilan daun jati, daun jati bisa dihias dengan pernak - pernik dari biji - bijian yang berwarna - warni. Untuk membuat sebuah kotak tissue misalnya, Zamrotin hanya membutuhkan satu lembar daun jati saja. Meski terkesan sederhana, namun kerajinan hasil karya Zamrotin ini mampu dijual dengan harga berkisar antara 25 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Hasil karyanya pun tidak hanya ditemui diwilayah Sumatera Selatan tapi telah menyebar ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera.










PENGETAHUAN KITA:
http://surynarend.multiply.com/journal/item/35

Melihat kenyataan kebutuhan kayu dunia yang semakin meningkat setiap tahun sementara areal hutan di masing-masing negara semakin berkurang, maka dapat diperkirakan beberapa tahun lagi dunia akan semakin sulit memenuhi kebutuhan kayu bermutu. Indonesia khususnya yang beberapa tahun lalu masih merupakan salah satu sentra produksi kayu dunia, kini bahkan sudah mulai kesulitan memenuhi kebutuhan kayu dalam negeri sendiri. Untuk kayu bermutu tinggi, kayu Jati khususnya, dapat diperkirakan akan lebih sulit lagi untuk mendapatkannya, maka dapat dipastikan harga akan semakin tinggi. Indonesia yang letaknya disekitar ekuator, dengan sinar matahari yang cukup intensif dan panjang, ditunjang oleh curah hujan yang cukup dan tanah subur yang masih sangat luas, ditinjau secara komersial penanaman Jati jelas mempunyai prospek yang sangat cerah. Tidak mengherankan, beberapa tahun lalu usaha penanaman Jati secara komersial dibeberapa negara masih menjadi monopoli pemerintah. Kini dengan semakin terbukanya dunia usaha, tersedianya jenis-jenis bibit Jati yang diproduksi melalui kultur jaringan yang sangat unggul, tumbuh cepat dan berkualitas tinggi, khususnya pada JATI JUMBO® akan menghasilkan kayu yang bermutu tinggi dan seragam dalam jumlah besar. Hal ini memperjelas prospek usaha yang lebih cerah.

KLIK Video Youtube:







Pengukuran Diamater Jati(1)
http://www.youtube.com/watch?v=WfVYlpz6eWw
Pengukuran Diameter Jati. Menjadi pertanyaan dalam hati penulis manakala melihat paman yang sedang melakukan pendataan diameter pohon Jati di lokasi perkebunan dan peternakan Villa Domba.



Pengukuran Diamater Jati(2)
http://www.youtube.com/watch?v=nv6tvunhiJE
”Apakah daun jati bisa dimanfaatkan sebagai kreasi seni?“ pikir penulis ketika mata tertuju kepada daun Jati Jumbo yang sudah mengering dan berserakan di lahan tumpang sari dengan tanaman Vanili.



LUAR BIASA ! ! !
http://www.pu.go.id/index.asp?link=Humas/news2003/ppw190508sony.htm
Terkait dengan pemanasan global dan perubahan iklim, Dharma Wanita Pusat (DWP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Penataan Ruang dan Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum (PU) kembali melakukan penanaman pohon di empat Kelurahan wilayah Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 500 batang pohon terdiri dari pohon jati emas (300 batang) dan 200 batang tanaman pelindung. Gerakan tanam dan pelihara pohon merupakan kelanjutan dari program pemerintah ”Gerakan Wanita Tanam dan Pelihara 10 Juta Pohon.” Rombongan DWP tersebut masing-masing dipimpin Ibu Rochyat Deni (Ditjen Penataan Ruang) dan Ibu Erna Budiyuwono (Ditjen Cipta Karya). Dalam aksi pemberian bantuan dan tanam pohon mereka diterima langsung oleh Camat Rawa Lumbu di Ruang Pertemuan Kelurahan Bojong Rawa Lumbu yang dihadiri tokoh masyarakat dan para Lurah penerima bantuan pohon serta anggota karang taruna kelurahan setempat.



Dalam pengarahannya Ibu Erna Budiyuwono menyatakan apa yang dilakukannya semata-mata untuk mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim. Dikatakan, terjadinya konversi (alih fungsi) lahan dari lahan pertanian menjadi perkantoran, permukiman pusat-pusat bisnis terbukti ikut mempercepat perubahan iklim dan pemanasan global. Menurutnya melalui gerakan tanam dan pelihara pohon yang telah menjadi program pemerintah diharapkan bisa mengurangi karbon dioksida (CO2). ”Semakin banyak pohon oksigen atau udara bersih (O2) dapat dihasilkan. Dan Oksigen itu bisa menyerap karbon dioksida atau udara kotor,” tuturnya. Ibu Erna Budiyuwono memperkirakan dari satu pohon jati akan dihasilkan 2 M3 kayu dalam tempo 10 tahun mendatang. Dijelaskan, jika dari 300 pohon jati yang ditanam hari ini misalnya dan tumbuh semua sampai usia 10 tahun, maka besar manfaat yang dapat dipetik bagi kehidupan. Sejalan dengan itu maka Ibu Erna berpesan agar pohon yang akan atau sudah ditanam diupayakan untuk terus dipelihara dan dijaga agar tetap hidup. ”Kita tinggal hitung saja berapa nilainya. Ini baru dari segi materi belum dari segi oksigen yang dihasilkan. Sungguh-sungguh luar biasa hasilnya,” ungkapnya.


(”Sudahkah kita Menanam hari ini?” Bayangkan tidak hanya saja Daun dan Batangnya, Selamatkan& Hijaukan Bumi Indonesia Tercinta! Dari Bukit Villa Domba)

1 comment:

Khasiat daun alami said...

Sip atas informasinya. Indonesia memang kaya akan tumbuhan yang bermanfaat