OUR APOLOGIZE IF OUR VANILLA STOCK NOT READY TO SELL TODAY,WE WILL BACK TO SALES AFTER PRODUCTION READY.EMAIL.agusramadas@yahoo.co.id

Tuesday, September 16, 2008

TENTANG SABUT KELAPA

Bila air buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan baku pada pembuatan bio starter alami seperti yang sudah pernah penulis uraikan pada Blog ini sebelumnya, tahukah pembaca bilamana sabut kelapa pun dapat dimanfaatkan sebagai media tanam terkait budidaya tanaman hias, pertanian dan perkebunan? 

Semoga informasi berikut ini dapat memberikan manfaat. Bersumber dari E-SmartSchool, Sabut kelapa merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35 % dari berat keseluruhan buah. Sabut kelapa terdiri dari serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat adalah bagian yang berharga dari sabut. Setiap butir kelapa mengandung serat 525 gram (75 % dari sabut), dan gabus 175 gram (25 % dari sabut). 

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa sabut kelapa sangatlah baik dipergunakan sebagai media tanam? Adapun di lokasi perkebunan vanilla Kami di mana sabut kelapa atau dikenal dengan istilah lain yaitu cocopeat bilamana sudah diolah adalah dipergunakan sebagai media semai untuk stek tanaman Vanilla. 

Semoga informasi berikut dapat memberikan manfaat, bersumber dari Chemistry, pemanfaatan sabut kelapa atau cocopeat yang bisa diolah menjadi butiran gabus sabut kelapa. Cocopeat dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk serta dapat menetralkan keasaman tanah. Karena sifat tersebut, sehingga cocopeat dapat digunakan sebagai media yang baik untuk pertumbuhan tanaman hortikultura dan media tanaman rumah kaca. Ini yang menjadikan kebutuhan sabut kelapa sebagai media tanam sangatlah tinggi. Kemudian informasi menarik lainnya tentang cocopeat, sulitkah mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat?


Tampak gambar sebelah kiri adalah stek tanaman Vanilla dalam media semai cocopeat. Stek tanaman ini untuk selanjutnya disemai hingga tumbuh akar sebelum dipindahkan ke Media Pollybag. Pemanfaatan sabut kelapa sebagai media persemaian. 

Bagaimana cocopeat dibuat atau diproduksi? Bersumber dari Trubus, cocopeat yang bisa disebut sebagai media tanam yang organik. Cocopeat diolah dari sabut kelapa. Sebelum diolah, sabut kelapa direndam selama 6 bulan untuk menghilangkan senyawa-senyawa kimia yang dapat merugikan tanaman seperti tanin. Senyawa itu dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah dikeringkan, sabut kelapa itu dimasukkan ke dalam mesin untuk memisahkan serat dan jaringan empulur. Residu dari pemisahan itulah yang kemudian dicetak membentuk kotak.Media dicetak dengan tingkat kerapatan rongga kapiler sehingga dapat menyimpan oksigen sampai 50%. Itu lebih tinggi ketimbang kemampuan menyimpan oksigen pada tanah yang hanya 2-3%. Ketersediaan oksigen pada media tanam dibutuhkan untuk pertumbuhan akar. 

Hasil penelitian Dr Geoff Creswell, dari Creswell Horticultural Service, Australia, media tanam cocopeat sanggup menahan air hingga 73%. Dari 41 ml air yang dialirkan melewati lapisan cocopeat, yang terbuang hanya 11 ml. Jumlah itu jauh lebih tinggi daripada sphagnum moss yang hanya 41%. Secara umum, derajat keasaman media cocopeat 5,8-6. Menurut Joko Pramono, pengguna cocopeat di Semarang, Jawa Tengah, pada kondisi itu tanaman optimal menyerap unsur hara. Derajat keasaman ideal yang diperlukan tanaman 5,5-6,5. Karena kemampuan cocopeat menahan air cukup tinggi, hindari pemberian air berlebih. 

Pada beberapa jenis tanaman, media terlalu lembap dapat menyebabkan busuk akar,' kata Joko. Oleh sebab itu, ia mencampur cocopeat dengan bahan lain yang daya ikat airnya tidak begitu tinggi seperti pasir atau arang sekam. Creswell menyarankan, air diberikan sedikit demi sedikit tetapi kontinu seperti dengan cara irigasi tetes atau pengabutan. 

Menurut Kevin Handreck dalam bukunya Growing Media, kandungan klor pada cocopeat cenderung tinggi. Bila klor bereaksi dengan air, ia akan membentuk asam klorida. Akibatnya, kondisi media menjadi asam. Sedangkan tanaman umumnya menghendaki kondisi netral. Sydney Environmental and Soil Laboratory, Australia, mensyaratkan kadar klor pada cocopeat tidak boleh lebih dari 200 mg/l. Oleh sebab itu, pencucian bahan baku cocopeat sangat penting. 

Sekadar berjaga-jaga, setiap kali membeli cocopeat, Yopie-sapaan Joko Pramono-merendamnya hingga tiga hari. Air rendaman diganti setiap hari. 'Saya khawatir masih mengandung tanin atau zat-zat racun lainnya,' kata pria yang kini sedang menempuh gelar doktor di UGM itu. Membeli cocopeat hasil pabrikan lebih terjamin. Produsen biasanya mencantumkan spesifikasi produk seperti porositas, kelembapan, water hold capacity (WHC), derajat keasaman (pH), electric conductivity (EC), indeks kadar racun, kandungan mineral, dan cara penggunaannya pada kemasan atau brosur.


Berita menarik lainnya tentang cocopeat, Cocopeat diperkirakan akan menjadi alternatif dunia bagi peningkatan kesuburan tanah, sebab bila dicampurkan dengan tanah berpasir hasil tanam pun menabjubkan. Hanya saja unsur hara tanah tidak tersedia dalam cocopeat untuk itu pupuk masih sangat dibutuhkan. Cocok buat pembibitan, perkebunan, pertanian bahkan untuk tanaman anthurium. Kelebihan sekam dan serbuk gergaji meningkatkan sirkulasi udara dan sinar matahari ada pada cocopeat, tapi kelemahanan sekam dan serbuk gergaji bersifat panas dan bertahan hanya 6 bulan saja berbeda dengan cocopeat yang netral dan tahan lama. 

Bersumber dari Emir Garden, Kekurangan cocopeat adalah banyak mengandung zat Tanin. Zat Tanin diketahui sebagai zat yang menghambat pertumbuhan tanaman. Untuk menghilangkan zat Tanin yang berlebihan, maka bisa dilakukan dengan cara merendam cocopeat di dalam air bersih selama beberapa jam, lalu diaduk sampai air berbusa putih. Selanjutnya buang air dan diganti dengan air bersih yang baru. Demikian dilakukan beberapa kali sampai busa tidak keluar lagi.

Sebagai penutup, bersumber dari Iswara Orchid, Cocopeat merupakan serabut kelapa yang sudah disterilisasi. Cocopeat bersifat menyimpan air. Dengan menggunakan cocopeat penyiraman dapat dilakukan dengan lebih jarang. Penyiraman dilakukan setelah media kering.Perlakuan cocopeat sebelum digunakan sebagai media tanam untuk anggrek.Serabut kelapa mengandung zat tanin, atau zat anti gizi. Adanya zat tanin ditandai dengan keluarnya warna merah bata saat serabut kelapa direndam dalam air. Sebelum digunakan rendam selama sehari atau direbus terlebih dahulu sampai warna merah yang keluar benar-benar berkurang. Dan berita menarik lainnya tentang Cocopeat

Manfaat cocopeat yang dibuat dari sabut kelapa pada persemaian budidaya tanaman vanilla? Sudahkah pembaca miliki bukunya, termasuk penggunaan media tanam cocopeat pada budidaya tanaman vanilla dalam pot, Panduan Lengkap Agribisnis Vanilli. tanaman vanilla dikenal sebagai jenis tanaman yang tumbuh merambat atau tumbuh menjalar pada pohon maupun tiang rambatan. Bilamana tanaman seperti pohon Gamal, Dadap maupun Kaliandra adalah yang selama ini biasa dijadikan sebagai pohon rambatan bagi tanaman vanilla yang ditanam di lahan perkebunan, pada budidaya tanaman vanilla tabulampot diperlukan tiang buatan sebagai pengganti pohon rambatan. Pipa paralon adalah media yang salah satunya bisa digunakan sebagai tiang panjat buatan pada budidaya tanaman vanilla tabulampot. 


Adapun bahan media tanam yang penulis pergunakan selama ini dalam budidaya tanaman vanilla dalam pot adalah tanah kebun yang gembur dan berhumus, sabut kelapa, pupuk kandang, pasir malang dan kompos yang kesemua bahan dapat diperoleh dengan mudah di toko ataupun kios tanaman hias. Komposisinya adalah 50% berupa tanah kebun dan sisanya adalah berupa media sabut kelapa, pupuk kandang, pasir malang, kompos serta bahan organik lainnya, Sabut Kelapa Dan Usaha Peternakan Domba.

Tidak kalah penting untuk keberhasilan budidaya tanaman vanilla dalam pot adalah media tanam atau bahan organik yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan kembangnya sistem perakaran tanaman. Akar tanaman vanilla yang dikenal halus dan berserabut menjadikan media tanam atau bahan organik yang umumnya berupa tanah yang digunakan sebaiknya adalah tanah yang gembur, lempung dan berhumus.Air buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan baku pada pembuatan bio starter? Khasiat Air Kelapa.

3 comments:

AWie-Comm said...

Saya memiliki produk Coco peat yang tela bebas tanin dan sudah melalui proses inkubasi dengan menggunakan microorganisme (lactobacylus sp.) Sekiranya pihak bapak membutuhkan, silahkan hubungin kami.

Terima kasih.
Widjaya Sutanto
085 885 074 072

Teknologi Lemak & Minyak said...

Tampilan blog yang menarik, penuh warna, dan informasi yang diberikan sangat mendetail. Bila tertarik untuk menambah sedikit wawasan tentang materi terkait, buka juga
http://lemakminyak.blogspot.com
berisi info tentang pengolahan lemak dan minyak dari beberapa bahan, misalnya kelapa, kelapa sawit, dll. sampai dengan produk-produknya dan pengujian. Semoga bermanfaat. Kami mengundang pula bapak/ ibu/ saudara/ bila berminat untuk menampilkan komentar dan link blog bapak/ ibu/ saudara di blog kami. Terima kasih.

mesin industri said...

Sekiranya ada yang membutuhkan mesin industri untuk pengolahan sabut kelapa maupun hasil perkebunan yang lain. Silakan hubungi kami di :
IndotechCiptamandiri
Phone : (0274) 7861561
(0274) 4532355
Mobile : 08174103599

Atau kunjungi web kami di
http://mesin-industri.com

Terima kasih